Bagaimana Jika Ibu Hamil Tidur Terlentang Efek & Tips Melakukannya

          Semua ibu hamil pasti menginginkan bayi yang dikandungnya dalam keadaan sehat dan baik-baik saja, sehingga semua perbuatan yang biasa dilakukanpun perlu dipertanyakan lagi apakah tidak berbahaya bagi perkembangan janin. Salah satunya adalah tidur terlentang. Terlentang bagi sebagian orang merupakan posisi tidur yang paling nyaman, namun jika anda dalam keadaan hamil sebaikny anda mulai merubah kebiasaan tersebut.

Posisi tidur terlentang adalah salah satu posisi yang tidak disarankan untuk ibu hamil, bahkan cenderung dilarang. Apalagi usia kehamilan sudah masuk pada usia 16 minggu, bahkan informasi terbaru yang bereda menyebutkan bahwa tidur terlentang dapat menyebabkan keguguran pada ibu hamil. Sehingga perlu sangat berhati-hati menempatkan diri pada posisi tidur.

tidur terlentang ibu hamil

Menurut penelitian di Astralia, ibu hamil yang sering tidur terlentang memiliki resiko lebih tinggi mengalami keguguran ketika melahirkan, resiko keguguran tersebut bagi calon bayi yang sering tidur terlentang 6 kali lipat dari pada yang tidak tidur dengan terlentang.

Ketua tim penelitian dari Royal Prince Alfred Hospital, Sidney mengatakan bahwa ibu hamil yang tidur telentang dalam jangka waktu yang lama dapat menghambat aliran darah ke bayinya. Penelitian juga menyarannya pada para ibu hamil agar tidak tidur miring ke kanan karena posisi itu mengurangi suplai darah ke rahim, sehingga akan sama berbahayanya bagi janin.

Tidur terlentang juga mengakibatkan seluruh berat rahim ke belakang, usus, dan vena cafa inferior. Tidur terlentang juga dapat meningkatkan resiko penyakit wasir, gangguan pencernan dan mengganggu pernafasan dan sirkulasi. Posisi tidur terlentang pada trimester kedua dan ketiga juga akan mempengaruhi tekanan darah. Pada sebagian wanita dapat menyebabkan penurunan darah yang membuat mereka merasa pusing.

Hebatnya penelitian tertentu menyebutkan bahwa tiga-perempat ibu secara naluriah menyadari posisi yang nyaman dan posisi terbaik untuk janin dan cenderung miring ke kiri ketika tidur. Oleh karena itu hendaknya para wanita rutin untuk mengecek apakah kondisinya sedang hamil atau tidak sehingga dapat memperkecil kemungkinan melakukan kesalahan yang dapat membahayakan janin.