IBU HAMIL NAIK MOTOR EFEKNYA BAGAIMANA? INI JAWABNYA

 

Seperti yang kita ketahui bersama bahwasannya saat ini motor sangat diandalkan sebagai alat transportasi di tanah air. Hampir semua lapisan masyarakat telah menggunakannya, baik pria dan wanita untuk mengantarnya di berbagai aktivitas, termasuk wanita hamil yang juga seringkali nampak mengendarai sepeda motor. Lantas apakah ibu hamil naik motor berdampak buruk untuk janin di dalam kandungan? Untuk megetahui jawabannya mari kita simak artikel ini sampai selesai.

Pada dasarnya saat wanita sedang hamil naik motor diperbolehkan dengan catatan dalam kondisi fit. Berdasarkan informasi dari dr. Fakriantini Jaya Putri, SpOG di Rumah Sakit Puri Cinere, Limo, Sawangan, menjelaskan kalau kebiasaan mengendarai sepeda motor saat hamil diperbolehkan. Tapi dengan syarat kesehatan ibu hamil tersebut sangat prima. Oleh karenanya ibu hamil wajib memeriksakan diri dan janinnya secara rutin sehingga kesehatannya selalu terpantau dengan baik.

Meskipun tidak dilarang, ibu hamil harus mengendarai motor dengan ekstra hati-hati, menghindari lubang jalan dan juga gonjangan besar yang bisa mengakibatkan gangguan pada janin. Apalagi kalau usia kandungan masih relatif muda. Setelah melakukan perjalanan dengan mengendarai motor, sangat disarankan untuk beristirahat dengan cukup agar tubuh kembali bugar dan segar sehingga dapat beraktivitas tanpa gangguan yang berarti.

Sumber lain juga mengatakan bahwa ibu hamil bisa naik  motor dengan catatan tidak menderita keluhan seperti perdarahan, kram perut dan flek. Apabila ibu hamil merasakan ngilu, sangat disarankan untuk menghindari mengendarai motor. Kemudian jangan lupa untuk melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan atau bidan kepercayaan. disarankan juga hanya dilakukan saat trimester kedua.

Ketika ibu hamil masih merasakan aman dan nyaman saat naik motor, maka aktivitas ini masih bisa berlangsung. Tapi kalau usia kandungan sudah beranjak 32 minggu, aktivitas naik motor ini harus dikurangi. Karena ukuran rahim kondisinya sudah sangat besar dan tidak aman lagi untuk mengendarai sepeda motor. Memang tidak ada batasan khusus mengenai ketentuan usia kandungan yang aman untuk naik motor. Yang menjadi patokan adalah ada tidaknya keluhan pada ibu hamil saat naik motor. Usia kandungan yang aman bagi ibu hamil mengendarai motor adalah kalau sudah memasuki usia trimester kedua. Karena saat masih berada di usia trimester pertama kandungan masih lemah sehingga berpotensi besar mengalami keguguran. Sedangkan kalau sudah memasuki trimester ketiga, maka sudah tidak aman dan nyaman untuk naik mobil. Karena ukuran perut sudah besar dan berisiko mengalami jatuh saat naik motor. Sehingga berbahaya bagi ibu hamil dan janin yang dikandungnya.

Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa sebenarnya tidak ada masalah untuk ibu hamil yang mengendarai sepeda motor dengan catatan kondisi badan dalam keadaan prima. Oleh karena itu jagalah kesehatan tubuh dan badan Anda selama kehamilan.