Perlukah Imunisasi untuk Ibu Hamil? Dokter Menjawab

alesanarock.com Pada prakteknya, ibu hamil membutuhkan imunisasi dengan kualitas yang baik. Hal ini demi untuk menjaga ibu dan janinnya dari virus-virus yang tidak dikehendaki. Meskipun begitu, dalam pemberian imunisasi tentulah ada batas-batasnya. Oleh karena itu dalam artikel ini akan dijelaskan imunisasi yang diperlukan oleh ibu hamil dan imunisasi yang tidak diperlukan oleh ibu hamil.

 imunisasi pada ibu hamil

Jenis imunisasi Yang Dibutuhkan Wanita Hamil

  1. Tetanus (Tetanus Toksoid) : vaksin ini dianjurkan pada wanita hamil untuk mencegah tetanus neonatorum (tetanus pada bayi) dan sebaiknya diberikan pada wanita yang tidak melengkapi 3 kali imunisasi dasar atau 10 tahun boster Tetanus pada bayi baru lahir.
  2. Hepatitis B : untuk wanita dengan risiko tinggi Hepatitis B (memiliki > 1 pasangan seksual dalam 6 bulan terakhir, memiliki riwayat Penyakit Menular Seksual, penggunaan narkoba suntik) Hepatitis B adalah suatu penyakit infeksi hati yang disebabkan oleh virus,  penyakit ini bisa mengakibatkan kerusakan hati berat seperti hati yang mengeras atau sirosis hati ddan bahkan kanker hati yang dapat menyebabkan kematian pada akhirnya.
  3. Influenza (Inaktif) : vaksin ini dapat mencegah penyakit serius pada ibu hamil namun sebaiknya diberikan setelah minggu ke-14 Ibu hamil yang terinfeksi dengan virus influenza akan meningkatkan risiko rawat inap, komplikasi medis yang serius, dan hasil kehamilan yang merugikan. Imunisasi wanita hamil dengan vaksin virus influenza inaktif yang efektif dalam mengurangi infeksi saluran pernapasan demam pada wanita hamil. Imunisasi ibu selama kehamilan  juga melindungi bayi yang baru lahir karena dia melewati antibodi kekebalan di plasenta.

imunisasi hamil

Jenis imunisasi yang tidak direkomendasikan pada wanita hamil

  1. MMR (Mumps, Measles, Rubella) : merupakan kontraindikasi bagi kehamilan karena kemungkinan risiko kelainan bawaan pada janin. Wanita sebaiknya menunggu selama 3  bulan sebelum hamil setelah menerima vaksin virus hidup ini.
  2. Varisela : tidak dianjurkan selama kehamilan karena kemungkinan infeksi varisela pada  janin (vaksin merupakan virus hidup). Diberikan minimal 1 bulan sebelum kehamilan.

Demikian tadi artikel mengenai imunisasi untuk ibu hamil. Berhati-hatilah dalam memberikan imunisasi. Tetaplah mengacu pada resep dokter.

imunisasi ibu hamil