LANGKAH-LANGKAH METODE ILMIAH

Istilah metode ilmiah sering digunakan oleh anak-anak sekolah atau para mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas-tugasnya. Metode ini memiliki langkah-langkah yang harus ditempuh oleh para penggunanya. Namun, sebelum mengetahui langkah-langkah apa saja yang harus ditempuh, perlu Anda ketahui dahulu apa itu metode ilmiah.

Metode Ilmiah adalah Langkah langkah ilmiah yang digunakan untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi secara logis dan sistematis. Fungsi dari metode ilmiah ialah untuk menjawab permasalahan yang dihadapi oleh manusia, baik dalam lingkup satu kota, negara ataupun seluruh dunia.

langkah-langkah metode ilmiah

Langkah-langkah yang harus ditempuh dalam metode ilmiah adalah:

  1. Merumuskan Masalah.

alesanarock.com Untuk menentukan hal-hal yang perlu diteliti untuk memperoleh jawabannya. Biasanya diawali dengan pertanyaan-pertanyaan kritis yang diawali dengna kata Tanya kenapa? dan bagaimana?

Merumuskan masalah bertujuan untuk membatasi masalah, agar tidak melebar hingga pokok permasalahan lainnya. Jadi dapat dibatasi agar lebih fokus dan terarah.

  1. Mengadakan Observasi.

Observasi adalah mengamati dan mengumpulkan data yang berhubungan dengan permasalahan yang sedang di selidiki.

langkah metode ilmiah

  1. Membuat Hipotesis.

Hipotesis adalah dugaan atau jawaban sementara atas permasalahan yang sedang diselidiki. Hal ini tentu saja berdasarkan dari observasi yang telah dilakukan.

  1. Melakukan Eksperimen.

Melakukan eksperimen (percobaan) adalah cara untuk menguji apakah hipotesis yang dinyatakan dalam langkah sebelumnya benar atau salah. Dalam melakukan eksperimen, yang perlu diperhatikan ialah desain eksperimen yang akan kita lakukan.

  1. Membuat Kesimpulan.

Kesimpulan diambil dari percobaan (eksperimen) yang telah dilakukan diketahui bahwa hipotesis yang dibuat ialah benar. Maka hipotesis ini dapat dijadikan sebagai dasar untuk membuat kesimpulan yang diterima umum.

Dalam langkah selanjutnya, kesimpulan ini dapat dinyatakan sebagai teori yang telah diakui kebenarannya. Namun jika hipotesis tidak terbukti, maka kesimpulan akan dibuat berdasarkan hasil eksperimen, kemudian dilakukan pembuatan hipotesis serta desain eksperimen baru.