Penjelasan Lengkap Tentang Sindrom Nefrotik pada Anak

            Sindrom nefrotik adalah gangguan ginjal yang menyebabkan tubuh manusia kehilangan terlalu banyak protein di dalam urine. Meski jarang terjadi, sindrom nefrotik ini dapat dialami oleh siapa saja. Namun tahukah Anda? Sindrom nefrotik umumnya terdeteksi pertama kali pada anak-anak, terutama yang berusia di antara 2-5 tahun. Anak-anak sangat rentang mengalami sindrom nefrotik. Nah untuk mengetahui lebih jauh mengenai sindrom nefrotik pada anak, kami akan mengulas lebih jauh dengan penjelasan di bawah ini

Penyebab Sindrom Nefrotik

            Dalam kondisi normal, urin biasanya tidak mengandung protein. Pembuluh darah atau sekelompok glomeruli di ginjal akan menyaring darah dan memisahkan zat-zat yang dibutuhkan tubuh dari limbah. Tapi dalam hal kerusakan atau ‘kebocoran’ dalam glomeruli, tubuh akan kehilangan protein yang berlebihan dan mengeluarkannya melalui urin. Kerusakan glomeruli adalah gejala utama nefrotik Syndrome. Ada berbagai jenis penyakit dan kondisi kesehatan yang dapat menyebabkan kerusakan ini, pada anak-anak penyebab yang sering terjadi adalah karena cepat menjadi Glomerulonefritis perubahan minimal. Penyakit yang memicu kelainan fungsi kerja ginjal, tapi ginjal sampel jaringan dari pasien akan tampak normal atau dekat normal ketika diperiksa di bawah mikroskop. Sekitar 90 persen nefrotik Syndrome pada anak-anak yang disebabkan oleh penyakit ini. Glomerulosklerosis atau pembentukan jaringan parut di glomeruli.

Sindrom Nefrotik Anak

Gejala-gejala Sindrom Nefrotik

            Semua penyakit biasanya terdapat gejala-gejala yang menandai awal penyakit itu, begitu juga dengan penakit sindrom nefrotik. Adapun gejala-gejala sindrom nefrotik pada anak adalah sebagai berikut

  1. Pembengkakan di bagian tubuh tertentu

            Anak yang menderita sindrom nefrotik biasanya akan mengalami pembengkakan (edema) di bagian kaki dan sekitar mata. Mata menjadi sembab dan kaki membesar. Pembengkakan abnormal adalah pembengkakan yang tidak keras melainkan lembek ketika kaki dipegang.

Sindrom-Nefrotik-Anak

  1. Kenaikan berat badan secara tiba-tiba

            Anak juga akan mengalami kenaikan berat badan yang tidak normal. Namun, kenaikan berat badan tersebut bukan disebabkan oleh nutrisi melainkan adanya cairan yang menumpuk dalam tubuh.

  1. Urin berbusa

            Adanya kandungan protein yang tinggi pada urin menyebabkan urin yang dikeluarkan anak menjadi berbusa. Waspadai gejala ini, karena urin berbusa adalah indikator utama adanya masalah dalam ginjal.

  1. Tidak nafsu makan

            Gejala berikutnya ialah terganggunya nafsu makan anak. Seorang ibu harus curiga ketika buah hatinya tidak mau makan karena bisa jadi anak menderita sakit tertentu, misalnya sindrom nefrotik ini.

Pengobatan Sindrom Nefrotik

            Pengobatan Sindrom nefrotik berbeda untuk setiap pasien. Menentukan jenis perawatan tergantung pada penyakit yang menyebabkan kondisi tersebut.

Sindrom Nefrotik pada Anak
Dokter juga sering merekomendasikan obat untuk mengurangi gejala atau mengobati. Contoh obat tersebut adalah:

  1. Antihipertensi obat untuk menurunkan tekanan darah tinggi.
  2. Diuretik yang bekerja untuk menyingkirkan kelebihan cairan dari tubuh melalui urine.
  3. Obat antikoagulan digunakan untuk menurunkan risiko pembekuan darah.
  4. Steroid untuk mengobati peradangan atau minimal perubahan dalam cepat menjadi Glomerulonefritis.
  5. Immunosuppressant digunakan untuk mengurangi peradangan dan menekan respon normal dari sistem kekebalan tubuh.
  6. Minimal perubahan cepat menjadi Glomerulonefritis pasien, 90 persen dari korbannya dapat diobati secara efektif dengan steroid.

            Demikian pembahasan tentang sindrom nefrotik pada anak, semoga dapat membantu dan memberi manfaat pada para pembaca