Yang Dilakukan Jika Ibu Hamil Cacingan Ini Wajib Dijauhi Lo

Di negara berkembang seperti Indonesia, masalah cacingan sangat mungkin terjadi apalagi di daerah pedesaan yang mana kondisi lingkungannya mendukung untuk pertumbuhan cacing yang daur hidupnya berada di dalam tanah. Walaupun cacingan banyak dialami oleh anak-anak namun ibu hamil juga tidak tertutup kemungkinan untuk menderita cacingan.

Cacingan merupakan penyakit yang ditimbulkan karena banyaknya larva cacing yang bersarang dalam tubuh (terutama pada perut). Penyakit infeksi dan parasit merupakan salah satu masalah kesehatan yang menonjol sehingga perlu penanganan yang sungguh-sungguh. Cacingan dapat mengakibatkan pendarahan yang menahun dan berakibat pada menurunnya cadangan zat besi tubuh sehingga menyebabkan timbulnya anemia kurang zat besi. Cacingan dan anemia merupakan salah satu hal yang saling berkaitan. Penelitian menunjukkan bahwa 38, 85% penderita cacingan mempunyai penyakit anemia.

cacingan pada ibu hamil

Pada umumnya cacingan pada ibu hamil menyebabkan berbagai macam penyakit seperti anemia defisensi zat besi, menurunkan efektifitas TT dan DPT pada ibu hamil, menurunkan berat badan pada ibu hamil, menyebabkan pendarahan pada usus dan menyebabkan kekurangan mikronutrien pada ibu hamil.

Penyakit defisiensi zat besi pada ibu hamil disebabkan karena infeksi cacingan pada manusia baik oleh cacing gelang, cacing cambuk maupun cacing tambang dapat menyebabkan pendarahan yang menahun sehingga mengakibatkan menurunnya cadangan besi tubuh dan akhirnya akan menimbulkan anemia kuang besi.

Menurunnya efektifitas antigen tetanus toksoid atau TT dan DPT pada ibu hamil dapat disebabkan oleh infeksi cacing kronis yang menurunkan respon imun pada ibu hamil dan bayi yang dilahirkan terhadap TT. Respon imun yang rendah ditambah dengan infeksi cacing yang menyertai dimungkinan akan berakibat pada bayi yang dilahirkan.

cacingan ibu hamil

Menurunnya berat badan ibu hamil disebabkan oleh kekurangan micronutrient dalam darah karena cacing masih terdapat dalam ususs. Kurangnya micronutrient dapat menghambat penyerapan zat besi sehingga pasokan gizi pada ibu hamil dan janin berkurang. Kaau keadaan terus berlanjut selama kehamilan, maka secara otomatis akan mengakibatkan berat badan ibu hamil tidak bertambah dan perkembangan janin akan terganggu.

Pendarahan pada usus pada ibu hamil dapat terjadi akibat proses penghisapan aktif oleh cacing dan juga akibat perembesan darah disekitar tempat hisapan. Cacing berpindah tempat menghisap setiap 6 jam. Kehilangan daah yang terjadi pada infeksi cacingan dapat diakibatkan oleh adanya lesi yang terjadi pada dinding usus juga bisa disebabkan karena dikonsumsi oleh cacing tersebut.

Cacing pada ibu hamil selain menyebabkan pendarahan juga berakibat terganggunya penyerapan nutrisi makanan yang masuk. Jika selama kehamilan tersebut cacing masih terdapat pada usus, maka penyerapan micronutrient akan terganggu. Micronutrien dalam darah cenderung menurun. Pada ibu hamil kekurangan micronutrient menyebabkan menurunnya kemampuan melahirkan anak-anak sehat dan berotak cerdas.